Sunday, March 16, 2014

Ginjal dan Tekanan Darah

Pengaturan tekanan darah atau blood pressure control secara ringkas dapat dikelompokkan menjadi dua : pengontrolan jangka pendek dan jangka panjang ( short an long term control). Short term control sangat diperankan oleh baroreseptor, yang terdapat pada sinus caroticus ( di a. Caroticus interna dan arkus aorta). Reseptor ini mengidentifikasi perubahan regangan pada dinding vaskular serta frekuensi regangan itu, yang kemudian akan diteruskan ke Nc. Solatorius melalui nervus IX dan X. Aksi neural yang akan terjadi adalah vasokontriksi vaskular dan aktivasi simpatis, yang kesemuanya akan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan long term control diperankan oleh ginjal. Pada ginjal al terdapat sel juxtaglomerular di area arteriole afferen glomerolus dan macula densa yang terdapat di sekitar collecting tubule. Sel juxtaglomerular mengidentifikasi penurunan renal blood flow dan macula densa mengidentifikasi penurunan volume cairan pada lumen collecting tubule. Ketika kedua sel tersebut teraktivasi akan memicu release renin oleh sel juxtaglomerular. Renin akan masuk aliran darah, dan berfungsi merubah angiotensinogen yang terdapat di hepar menjadi angiotensin 1. Angiotensin 1 akan dirubah di paru dengan bantuan angiotensin converting enzym (ACE) menjadi angiotensin II. Dimana angiotensin II akan memicu release ADH dan aldosteron serta vasokontriksi vaskular. Semua kombinasi respon ini akan menyebabkan peningkatan total peripheral resistensi vaskular dan peningkatan blood volume untuk mengontrol tekanan darah dalam jangka panjang.

Gambar 1 : skematik short term control tekanan darah

Gambar 2: skematik long term control tekanan darah

Selain sitem renin angiotensin aldosteron, pada long term control tersebut juga peranan vasopresin yang di keluarkan pituetari anterior
dan ANP yang di keluarkan Atrium.

@ dari berbagai sumber

Saturday, March 15, 2014

Vaskularisasi Ginjal


Gambar 1 : ilustrasi dan diagram skematik vaskularisasi ginjal (ren). Sumber : Buku Ajar Anatomi Klinik

Thursday, March 13, 2014

mengenal FGSI

malam ini saya barusan baca jurnal dosen saya, dr. Basuki Sp.U dengan judul, The Use FGSI as Predictive of Urological SIRS Pasients. pertama kali baca sudah ga paham dengan yang dimaksud. dan setelah baca sana sini berikut ini saya dapatkan variabel variabel yang dinilai

Saya

...Laki laki, 28 tahun, telah menikah dan dikarunia 2 penyejuk pandangan, dokter anyaran. karena anyaran ga banyak pengalaman, so membuat blog ini salah satunya agar sedikit bisa atau punya pengalaman membuat blog. Semoga blog ini bermanfaat dan aktivitas blogging ini bermanfaat bagi saya, amin

arcuata? vaskularisasi ginjal (ren

Nama Arcuata saya ambil dari nama arteri yang terdapat pada renal atau ginjal. Art disini awalnya bukan bermaksud mengarah pada kata Art sebagai seni, namun singkatan dari arteri.
Berikut ini adalah informasi sedikit mengenai arteri arcuata.
Jadi ginjal (ren) mendapatkan vaskularisasi secara langsung dari Aorta Abdominalis melalui arteri Renalis, terdapat sepasang arteri renalis yaitu arteri renalis kanan dan kiri.
Arteri ini kemudian bercabang menjadi Arteri segmentalis. Arteri segmentalis kemudian bercabang menjadi beberapa arteri lobularis, dimana Arteri lobularis memberikan vaskularisasi terhadap samu pyramida renalis. Setiap Arteri lobularis akan bercabang menjadi dua buah arteri interlobaris. Kemudian akan menjadi arteri arcuata yang kurang lebih berada pada perbatasan antara korteks dan medulla renalis. Arteri arcuata akan bercabang menjadi arteri interlobularis, arteri ini akan berakhir menjadi arteriole Afferen yang akan masuk ke Glomerolus.
itu saja informasi masalah nama arcuata, semoga nambah informasi