Pengaturan tekanan darah atau blood pressure control secara ringkas dapat dikelompokkan menjadi dua : pengontrolan jangka pendek dan jangka panjang ( short an long term control). Short term control sangat diperankan oleh baroreseptor, yang terdapat pada sinus caroticus ( di a. Caroticus interna dan arkus aorta). Reseptor ini mengidentifikasi perubahan regangan pada dinding vaskular serta frekuensi regangan itu, yang kemudian akan diteruskan ke Nc. Solatorius melalui nervus IX dan X. Aksi neural yang akan terjadi adalah vasokontriksi vaskular dan aktivasi simpatis, yang kesemuanya akan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan long term control diperankan oleh ginjal. Pada ginjal al terdapat sel juxtaglomerular di area arteriole afferen glomerolus dan macula densa yang terdapat di sekitar collecting tubule. Sel juxtaglomerular mengidentifikasi penurunan renal blood flow dan macula densa mengidentifikasi penurunan volume cairan pada lumen collecting tubule. Ketika kedua sel tersebut teraktivasi akan memicu release renin oleh sel juxtaglomerular. Renin akan masuk aliran darah, dan berfungsi merubah angiotensinogen yang terdapat di hepar menjadi angiotensin 1. Angiotensin 1 akan dirubah di paru dengan bantuan angiotensin converting enzym (ACE) menjadi angiotensin II. Dimana angiotensin II akan memicu release ADH dan aldosteron serta vasokontriksi vaskular. Semua kombinasi respon ini akan menyebabkan peningkatan total peripheral resistensi vaskular dan peningkatan blood volume untuk mengontrol tekanan darah dalam jangka panjang.
Gambar 1 : skematik short term control tekanan darah
Gambar 2: skematik long term control tekanan darah
Selain sitem renin angiotensin aldosteron, pada long term control tersebut juga peranan vasopresin yang di keluarkan pituetari anterior
dan ANP yang di keluarkan Atrium.
@ dari berbagai sumber
